Pages

Minggu, 14 Juli 2013

8 Dongeng Sadis Yang Tidak Diketahui Banyak Orang

8 Dongeng Sadis Yang Tidak Diketahui Banyak Orang - Dongeng yang selama ini selalu dikenal dengan sebuah kisah yang menceritakan Perjaungan seseorang dengan ending yang bahagia dengan perjalanan fiktif yang kadang tidak masuk akal yang penting menarik untuk di dengarkan , dan biasanya hanya diperdengarkan ceritanya itu untuk menidurkan anak . Namun , tahukan anda bahwa ternyata ada beberapa dongeng yang menyimpan sisi sadisme yang tinggi pada alur ceritanya ?


1. Biancabella

Ada Cinderella, ada juga Biancabella. Kisah dongeng yang satu ini mungkin versi sadis dari  Cinderella sebab juga melibatkan ibu tiri dan dua saudrai tirinya yang jahat. Cerita dimulai dari  seorang wanita yang tertidur di taman. Seekor ular menyelinap lewat “masuk” ke dalam rahim wanita  itu (cuma ada satu jalan menuju rahim ... yap, yang itu). Wanita itu kemudian mengandung dan  melahirkan anak perempuan yang diberi nama Biancabella. Saat lahir, terdapat seekor ular yang  melingkar di lehernya yang segera melesat pergi sesaat setelah persalinan. Ular itu menampakkan  diri pada Biancabella ketika ia sedang berjalan-jalan di taman pada saat berumur 10 tahun. Ular itu  bernama Samaritana dan mengaku sebagai saudari kembar Biancabella dan memberinya kecantikan yang  luar biasa (ular sakti ceritanya). Seorang raja kemudian tertarik dengan kecantikan Biancabella dan  memperistrinya.
Saat diboyong ke istana, ibu tiri sang raja dan kedua putrinya tidak menyukai Biancabella dan  menyuruh para bawahannya untuk membawanya ke hutan dan membunuhnya. Namun mereka tak bisa membunuh  Biancabella. Sebagai gantinya, mereka memotong kedua tangannya dan mencungkil bola matanya untuk  diberikan pada ratu. Di hutan, Biancabella hendak bunuh diri, namun dihentikan oleh ular tadi. Sang  ular kemudian mengembalikan kondisi Biancabella seperti semula. Ketika raja mengetahui perbuatan  jahat sang ratu dan membakar ibu tiri beserta kedua putrinya hidup-hidup di atas perapian. Dongeng  ini dikumpulkan oleh Giovanni Fransesco Straparola dalam bukunya “The Facetious Nights of  Staraparola” yang dimaksudkan menjadi buku cerita 1001 Malam ala Italia.

2. The Myrtle

Kisah diawali dengan seorang wanita yang sangat menginginkan anak, walaupun hanya sebatang tanaman  myrtle (sejenis jambu). Keinginannya benar-benar terlaksana dan ia melahirkan sebatang tanaman  myrtle yang kemudian dibeli oleh seorang pangeran. Tanaman myrtle ini ternyata ajaib dan mampu  berubah menjadi peri yang kemudian bercinta dengan sang pangeran tiap malam. Suatu hari, ketujuh  selir sang pangeran mengetahui hal ini dan cemburu. Mereka lalu memutilasi peri itu dan  masing-masing dari mereka membawa potongan tubuh dari peri itu. Terkecuali selir termuda yang tak  mau ikut campur dengan perbuatan jahat selir lainnya dan hanya membawa sehelai rambut emas milik  sang peri.
Seorang pelayan menemukan sisa-sisa tubuh sang peri (gigi, darah, tangan, dan tulang) yang  berceceran di tanah dan membersihkannya. Karena kasihan, ia lalu menguburkan di bawah sebatang  pohon myrtle. Ajaibnya, peri itu kemudian menumbuhkan kembali bagian-bagian tubuhnya dan hidup  kembali. Iapun mengadukan perbuatan para selir jahat kepada sang pangeran. Pangeran lalu mengubur  hidup-hidup para selir di dalam selokan, terkecuali selir termuda yang baik hati yang diampuni dan  kemudian menikah dengan pelayan yang menyelamatkan sang peri tadi.

3. Doralice

Alkisah Pangeran Tebaldo yang jahat ingin memperistri putrinya sendiri, Doralice (incest  ceritanya). Namun Doralice menolak. Doralice yang takut diperkosa ayahnya kemudian diselamatkan  oleh suster yang merawatnya sejak kecil. Doralice disuruh bersembunyi di dalam sebuah lemari kayu  yang dijual ayahnya. Ajaibnya, Doralice selamat walaupun berada di dalam lemari itu selama  berbulan-bulan berkat minuman ajaib yang diberikan suster itu. Lemari itu kemudian dibeli seorang  raja yang terkejut melihat seorang wanita cantik di dalam lemari yang ia beli. Raja itupun kemudian  menikahi Doralice.
Sayangnya, ayah Doralice akhirnya menemukan tempat persembunyian Doralice dan mendatanginya dengan  menyamar. Doralice yang tak menyadari penyamaran ayahnya membiarkannya tidur sekamar dengan dua  bayi yang baru dilahirkannya. Tebaldo dengan kejam membantai kedua cucunya sendiri dan memfitnah  Doralice sebagai pelakunya. Sang raja yang terhasut kemudian menyuruh Doralice dikubur hidup-hidup.  Namun sang suster yang mendengar kabar itu berani bersumpah pada sang raja bahwa Doralice bukan  pelakunya. Beruntung, Doralice masih bisa diselamatkan. Kejahatan Tebaldo pun akhirnya terkuak.  Sebagai balasannya, iapun disiksa dan dimutilasi hidup-hidup serta potongan-potongan tubuhnya  diberikan pada anjing.

4. Sun, Moon, and Talia

Cerita ini diduga sebagai versi awal Putri Tidur karena kemiripannya. Dikisahkan karena kutukan,  sang putri bernama Talia tertidur akibat tertusuk jarum. Seorang raja yang kebetulan lewat kemudian  menemukan Putri Talia dan berusaha membangunkannya. Karena tidak berhasil, akhirnya sang raja  memutuskan memperkosanya. Dalam keadaan tertidur, Talia mengandung dan melahirkan sepasang anak  kembar. Salah satu anaknya yang kelaparan menghisap jari ibunya sehingga jarum yang membuat ibunya  tertidur terlepas dan putri Talia pun bangun. Talia kemudian menamai anak kembarnya Sun dan Moon  (Matahari dan Bulan).
Suatu hari sang raja datang kembali hendak memperkosa Talia lagi (padahal di sini ceritanya sang  raja sudah punya istri), namun ia justru menemukan Talia yang sudah melahirkan kedua anaknya. Iapun  memboyong Talia dan dua anaknya ke istana. Hal ini membuat permaisuri sang raja cemburu dan  memerintahkan koki untuk membunuh dan memasak kedua anak Talia serta menghidangkannya pada sang  raja. Namun sang koki tak tega dan menggantinya dengan daging domba. Merasa sudah membunuh kedua  anak Talia, sang ratu kemudian hendak membakar hidup-hidup Talia. Namun sang raja mendengar  teriakan Talia dan melemparkan permaisurinya ke dalam api sehingga ialah yang terbakar hidup-hidup.  Sang raja, Talia, dan kedua anaknya pun hidup bahagia selamanya.

5. The Old Woman Who Was Skinned Alive

Terjemahannya adalah “Wanita Tua yang Dikuliti Hidup-Hidup”. Alkisah karena fantasinya yang tinggi,  seorang raja salah mengira dua orang wanita tua bersaudara yang hidup di balik tembok sebagai dua  gadis muda yang cantik. Sang raja kemudian meminta salah satu nenek itu untuk bercinta dengannya.  Nenek itu setuju dengan syarat “itu” dilakukan dalam kondisi gelap. Lebih aneh lagi, agar kulitnya  kencang, ia kemudian menarik kulitnya ke belakang dengan benang. Namun sang raja mengetahui akal  bulus sang nenek (sayangnya setelah mereka selesai ber-“ehem-ehem”) dan melemparnya keluar jendela.  Benang yang digunakan untuk menarik kulitnya menyangkut di pohon dan nenek itu tergantung di sana  semalaman. Tujuh orang peri melihatnya dan menganggapnya lucu, sehingga mereka kemudian mengubahnya  menjadi seorang wanita muda yang cantik. Sang raja yang keesokan harinya melihat seorang gadis  cantik tergantung di pohon segera menikahinya.
Saudari si nenek menjadi iri dan meminta rahasia bagaimana ia bisa kembali muda. Sang nenek yang  muda kembali tadi hanya mengatakan bahwa ia dikuliti hidup-hidup karena tak mau membagi rahasianya  pada saudarinya. Saudarinya benar-benar mempercayainya dan meminta agar dikuliti. Iapun akhirnya  mati akibat kehabisan darah, sementara nenek yang satu lagi hidup bahagia selamanya dangan sang  raja. Benar-benar dongeng yang aneh.
Baik “Biancabella”, “The Myrtle Tree”, dan “Old Woman Who Was Skinned” merupakan dongeng yang  dikumpulkan Gaimbattista Basile dalam bukunya “Entertainment for the Young” pada 1634. Dilihat dari  judulnya, sepertinya dongeng-dongeng mengerikan ini dimaksudkan untuk dibaca anak-anak.

6. The Robbers Brigdegroom

Judul dongeng ini berarti “Mempelai Si Perampok” dan merupakan “Texas Chainsaw Massacre” ala Eropa  kuno. Alkisah seorang tukang giling menikahkan anak gadisnya dengan seorang pria yang tampak  terpelajar dan terpandang. Suatu hari sang gadis datang ke rumah calon suaminya, namun disana ia  bertemu dengan wanita tua (pembantu) yang mengatakan bahwa calon suaminya dan teman-temannya adalah  kanibal. Ia kemudian menyembunyikan sang gadis di dalam lemari saat calon suaminya pulang bersama  teman-temannya.
Ternyata mereka pulang dalam keadaan mabuk dan membawa serta seorang gadis yang tampak ketakutan  dan memohon agar dilepaskan. Namun pria-pria itu justru menelanjangi dan memutilasi gadis itu  (disaksikan sang tokoh utama). Mereka kemudian memasak daging gadis malang itu dan memakannya  rame-rame. Kebetulan, sepotong jari gadis itu (dimana terdapat sebuah cincin emas melingkar)  terjatuh tepat di depan tempat persembunyian sang tokoh utama. Iapun memungutnya dan  menyembunyikannya. Setelah para pria kanibal itu tertidur karena mabuk, gadis itu segera kabur dan  memberitahukan ayahnya tentang hal mengerikan itu sambil membawa jari itu sebagai bukti. Akhirnya  semua pria kanibal itu dihukum gantung. Yang lebih membuat kita shock, cerita ini dikumpulkan oleh  Grimm bersaudara dalam buku mereka “Children’s and Household Tales” pada 1812, artinya cerita ini  dimaksudkan sebagai dongeng anak-anak.

7. The Elf of The Rose

Membaca dongeng sadis ini, kita takkan menyangka bahwa dongeng ini ditulis oleh Hans Christian  Andersen yang terkenal dengan dongeng-dongeng anak-anaknya. Kisah ini bercerita tentang seorang  pria yang dibunuh oleh saudaranya sendiri karena cinta segitiga. Lelaki jahat itu rupanya  menginginkan gadis yang menjadi kekasih saudara yang ia bunuh itu. Ketika sedang mengubur  saudaranya, setangkai daun kering jatuh di atas rambut pemuda itu. Ia tak sadar ada seorang peri  yang bersembunyi di daun tersebut dan telah menyaksikan perbuatan jahat lelaki itu. Suatu malam,  saat pemuda itu membungkuk ke arah kekasih saudaranya yang sedang tertidur, peri itu turun ke  telinga gadis itu dan membisikkan bahwa kekasihnya telah dibunuh. Peri itu juga memberitahu dimana  ia dikuburkan.
Sang gadis yang berduka kemudian menggali kuburan kekasihnya dan menemukan kepala kekasihnya yang  terpenggal. Ia kemudian menciumnya dan membawanya pulang. Lebih aneh lagi, ia kemudian  menyembunyikannya di dalam pot yang dtimbunnya dengan tanah dan menanaminya dengan sebatang tanaman  melati di atasnya. Siang dan malam gadis itu terus menangis. Ketika bunga melati itu mekar, gadis  itu terus menciuminya dan membuat saudara kekasihnya yang jahat cemburu.
Akhirnya sang gadis meninggal karena kesedihannya yang mendalam. Sebelum meninggal, sang peri  membisikkan kata-kata indah untuk menenangkan jiwa gadis itu. Akhirnya gadis itu dan kekasihnya  berkumpul kembali di surga. Sementara itu, sang saudara yang jahat membawa pot melati itu ke dalam  kamarnya. Saat tertidur, sesosok roh muncul dari dalam bunga yang mekar dan membunuh saudara yang  jahat itu.

8. The Juniper Tree

Lagi-lagi dongeng ini berasal dari buku “Children’s and Household Tales” karya Grimm Bersaudara,  namun tetap saja ceritanya tidak patut untuk didengar anak-anak (kecuali anaknya Sumanto mungkin).  Alkisah seorang ibu tiri sangat membenci anak tirinya. Ia berencana membunuh anak tirinya itu agar  warisan suaminya jatuh pada anak kandungnya, yaitu seorang anak perempuan bernama Marlene. Ibu tiri  itu kemudian menipu anak tirinya dengan menyuruhnya mengambil sebuah apel dari dalam peti. Ketika  anak itu menjulurkan kepalanya ke dalam peti, ibu tiri itu kemudian menutupnya dengan keras  sehingga kepala anak itu terpenggal.
Untuk menyembunyikan perbuatannya, ibu tiri itu menyatukan kepala anak itu ke badannya dan  menyembunyikan lukanya dengan sapu tangan. Ia kemudian menyuruh anak perempuannya, Marlene untuk  memanggil saudara tirinya yang sudah mati itu. Ibunya berpesan agar Marlene memukul telinganya  apabila ia tak menjawab. Marlene pun memanggilnya dan ketika ia tak menjawab (karena sudah mati),  Marlene lalu memukul anak itu hingga kepalanya terjatuh. Marlene histeris karena menyangka ia sudah  membunuh saudaranya. Ibunya pun menghibur anak itu dan mengatakan pada anaknya bahwa untuk  menyembunyikan perbuatannya, ibunya akan menaruh memotong-motong anak itu kecil-kecil dan  memasaknya di dalam kompor.
Yang lebih mengerikan lagi, sang ibu tiri menghidangkan daging anak itu pada suaminya yang kemudian  memakannya dengan lahap. Tragisnya, sang ayah justru mengatakan bahwa itu adalah makanan terenak  yang pernah ia makan. Marlene yang ngeri melihat kejadian itu mengumpulkan sisa-sisa tulang  saudaranya dan menguburnya di bawah pohon juniper (sejenis pohon cemara). Dari pohon itu muncul  seekor burung yang menyanyi “Ibuku membunuhku, ayahku memakanku.” Pada akhirnya, sang ibu tiri itu  mendapat hukuman dan terbunuh oleh burung itu.

0 comments:

Poskan Komentar